BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

waktuku hari ini


Get your own Digital Clock

Sabtu, 27 Februari 2010

Rapat Kerja Kepala TK Se-Kecamatan Sawahan Kota Surabaya


Bertempat di Hotel Merah 2 di sisi utara Telaga Sarangan Kabupaten Magetan berlangsung Rapat Kerja(Raker) Kepala Taman Kanak-kanak (TK) se-Kecamatan sawahan Kota Surabaya. Tepat pukul 19.00 jumat 26 Februari 2010 secara resmi raker dibuka oleh Kepala UPTDBPS Kecamatan Sawahan Kota Surabaya, Drs Widodo, M.Pd, MM. Raker dihadiri oleh Pengawas TK/SD, Ketua IGTKI, Ketua K3TK, dan 72 kepala TK yang ada di Sawahan Kota Surabaya.


Raker berlangsung cukup tertib berjalan sesuai jadwal. Suasana tertib tidak berarti semua berjalan dalam kekakuan sama sekali tidak. Sangat santai, familiar, saling gojlok apalagi saat sambutan ketua IGTKI Sawahan, bunda Mima kalimat yang terucap berujung kelucuan-kelucuan sehingga gelak tawa peserta memenuhi ruangan. Suasana benar-benar happy.

Lain lagi saat ketua K3TK, Rinjani, S.Pd, M.Si kepala TK Rakhmat memberi sambutan yang di dalamnya terselip pesan moral bahwa TK akan diminati masyarakat kalau kita selaku top manajer dan tim mau berbenah dan mau berubah sesuai tuntutan dan kebutuhan zaman. Masyarakat hanya akan numpang lewat saja di TK yang di dalamnya tidak ada perkembangan ke arah yang lebih baik. Untuk mensuport para kepala TK ibu yang mungil dan pandai menyanyi ini mengajak hadirin meneriakan yel-yel pengobar semangat.

Setelah acara penyerahan hasil raker berupa program kinerja satu tahun ke depan dari ketua panitia kepada Ka3TK disaksikan ketua IGTKI acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata oleh ka IGTKI dan Ka K3TK kepada Drs Sunaryo yang mengakhiri masa baktinya selaku PNS dan dua guru yang mutasi ke SD. Acara ini semakin menguatkan bahwa kekeluargaan serta saling peduli antar personal begitu kental di keluarga besar TK se-kecamatan Sawahan. Harapan kita semua semoga kondisi seperti ini tetap dipertahankan. Akhirnya semua peserta raker bernyanyi lagu adopsian … Tanpamu aku merasa … dengan kata-kata yang diubah spesial berisi ucapan terima kasih untuk Drs Sunaryo. Tanpa air mata tetapi acara pelepasan ini khidmat.

Acara dilanjutkan di luar ruangan raker. Di lobby Hotel Merah 2 telah menanti electon plus playernya. Semakin malam semakin enjoy dan heboh semua turun dari mulai Ka UPTD, pengawas, kepala TK, sampai room boy hotel Merah ikut asyik untuk joget dan nyanyi. Saling gojlok tetap terus dilontarkan sebagai bentuk keakraban oleh MC special malam itu yaitu Bu Yam dari TK Pratama. Pukul 12.00 malam baru berakhir semua kembali ke peraduan masing-masing. Pagi hari setelah sarapan rombongan melanjutkan perjalanan ke Solo dengan tujuan Pasar Klewer. Alhamdulillah bus sampai di Surabaya pukul 21.30 Sabtu 27 Februari 2010.

Selasa, 23 Februari 2010

OLIMPIADE MIPA SISWA SD 2010 KECAMATAN SAWAHAN KOTA SURABAYA










Upacara pembukaan kegiatan Olimpiade MIPA Siswa SD se-Kecamatan Sawahan dilaksanakan di Ruang Rapat lantai II Kantor UPTDBPS Sawahan. Acara secara resmi dibuka oleh Kepala UPTD Sawahan Drs Widodo, M.Pd, MM, Selasa 22 Februari 2010. Kegiatan ini diikuti oleh 80 an siswa dari seluruh SD yang ada di Sawahan.

Panitia pelaksana kegiatan merupakan kolaborasi antara pengawas, K3S, dan para guru. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara transparan para guru yang terlibat sama sekali tidak terkontaminasi ambisi bahwa siswanya harus menang. Komitmen panitia untuk mengutamakan kejujuran dan obyektifitas beberapa kali diingatkan oleh Drs Sunaryo selaku koordinator pengawas di kecamatan Sawahan.


Usai upacara pembukaan peserta menuju ke SDN Pakis X dan VIII sebagai tempat pelaksanaan olimpiade. Siang itu juga hasil kegiatan diumumkan sebagai berikut:
Peserta terbaik matematika: Terbaik I sampai III: Alfan Abiyyu/SD Petra XI, Celia Arfia M/Petemon, dan M. Yusuf ISDN Banyu Urip III. Sementara terbaik harapan I sampai III mapel matematika: Paramita/SDN Pakis V, Riski/SDN Banyu Urip VI, dan tendi/sd vincentia.Peserta IPA terbaik I sampai III: Dewi PA/SDN Petemon, Dwiyanti PL/Banyu Urip V, dan Y. Rizki/SDN Pakis III. Harapan I sampai III IPA: ikael DW/Don Bosco, Tegar/SDN Putat Jaya v, dan Megawati PD/SDN Pakis V.

Soal dibuat seadaftif mungkin dengan lomba yang diselenggarakan di tingkat Kota Surabaya. Harapannya duta yang terbaik yang akan dikirim ke kota sudah siap secara psikologis dalam menyelesaikan soal. Sampai dengan hari ini Rabu 23 Februari masih berlangsung pembinaan tiga peserta terbaik matematika dan tiga terbaik IPA. Khusus IPA lebih mengajak siswa untuk bereksperimen.

Panitia tetap berkeinginan dan berharap besar agar anak-anak pilihan ini akan berkembang potensinya secara maksimal. Syukur kalau mereka bisa berbicara di tingkat kota Surabaya.

Senin, 22 Februari 2010

Sosialisasi UN dan UASBN 2009 -2010

Klik di bawah untuk men download materi sosialisasi UN dan UASBN 2009-2010

bahan sosialisasi un & uasbn 2009.ppt

Kalender Libur Nasional 2010

Ditulis oleh Administrator, tanggal 11-02-2010

Kalender Libur Nasional 2010
1-Jan
Tahun Baru Masehi
Libur Nasional
14-Feb
Tahun Baru Imlek 2561
Libur Nasional
26-Feb
Maulid Nabi Muhammad SAW
Libur Nasional
16-Mar
Nyepi Tahun Baru Saka 1932
Libur Nasional
2-Apr
Wafat Yesus Kristus
Libur Nasional
13-Mei
Kenaikan Yesus Kristus
Libur Nasional
28-Mei
Raya Waisak 2554
Libur Nasional
10-Jul
Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
Libur Nasional
17-Agust
Hari Kemerdekaan RI
Libur Nasional
9-Sep
Cuti Bersama Idul Fitri
Cuti Bersama
10-Sep
Idul Fitri 1 Syawal 1431 H
Libur Nasional
11-Sep
Idul Fitri 1 Syawal 1431 H
Libur Nasional
13-Sep
Cuti Bersama Idul Fitri
Cuti Bersama
17-Nop
Idul Adha 1431 H
Libur Nasional
7-Des
Tahun Baru 1432 H
Libur Nasional
24-Des
Cuti Bersama Natal
Cuti Bersama
25-Des
Hari Raya Natal
Libur Nasional

Minggu, 21 Februari 2010

Siri Atau Kawin Kontrak

ya

Kata kawin siri yang akhirnya diikuti kata kawin kontrak sekarang sedang fenomenal. Hampir semua media baik cetak maupun elektronik mencoba mengulasnya. Hal ini dampak dari bocornya draff RUU tentang kawin siri walaupun akhirnya secara terbuka Menteri Agama Surya Dharma Ali membantahnya bahwa tidak ada semua itu.



Terlepas dari semua itu yang jelas masyarakat luas sudah mendengar dan membacanya. Besar kemungkinan para pelaku sempat merasa jantungnya berdenyut kencang karena salah satu isinya adalah memidanakan pelaku dan mereka yang terlibat di dalamnya. Dan yang merasa dirugikan merasa sedikit lega karena RUU ini dianggap sebagai dewa penolong. Tentunya hal yang biasa masayarakat luas menanggapinya dengan pro dan kontra.



Lalu sebenarnya apa ya kawin siri itu? Perkawinan yang tidak tercatat di kantor pemerintah (KUA) secara Islam sah tetapi karena tidak tercatat di KUA pemerintah tidak mengakuinya. Saat saya kecil saya iba terhadap seorang perempuan dengan dua anak balita begitu sulitnya ia menghidupi dua anaknya sementara sang suami sudah meninggalkannya. Akhirnya ia menumpang hidup di rumah orang tuanya yang secara ekonomi tidak lebih baik.Sementara tetangga kanan kiri selalu berbisik, "Dia itu janda bukan karena tidak memiliki surat janda tetapi kalau dikatakan gadis kan sudah beranak dua." Itu kurang lebih komentar tetangga sekitarnya terhadap perempuan korban kawin siri.

Secara otomatis hak anak pun menjadi tidak jelas. Hak untuk memperoleh akta kelahiran menjadi lebih rumit karena salah satu persyaratan membuat akta kelahiran adalah surat nikah. Jalur nikah siri tidak memiliki surat nikah. Saat itu belum ada akta kelahiran dengan orang tua tunggal.
Hak anak untuk memperoleh warisan pun akan terkendala. Sementara si ibu kedua anak tadipun ditinggal begitu saja tanpa jaminan hidup bagi dirinya maupun kedua anaknya. Begitu tragis. Kesan itu mendalam ibuku terutama mengatakan bahwa sebaiknya menikah itu harus sah secara agama juga sah secara negara.

Sementara pengetahuanku tentang kawin kontrak adalah ya ..... kawin sesuai kebutuhan. Pengetahuanku tentang ini bertambah setelah tadi pagi aku melihat wawancara seorang perempuan pelaku kawin kontrak bercerita bahwa kawin kontrak itu paling lama dua tahun tetapi ada juga yang harian. Dari sisi nominal rupiah yang dihasilkan memang menggiurkan karena umumnya lelaki pelaku kawin kontrak adalah tenaga kerja asing/pedagang dari luar negeri. Jadi mereka menikahi perempuan kita untuk kurun waktu selama bekerja di Indonesia. Wajarlah nominalnya menjadi besar karena biasanya dibayar dengan mata uang asing. Apa ada hubungan cinta? Yah .... untuk sementara hal yang satu ini dikesampingkan dulu. Prioritas utamanya lebih karena masalah ekonomi. Dan perempuan Indonesia ada kok yang mau bekerja di jalur ini.

Akhirnya tentang keputusan untuk melakukan kawin siri atau kawin kontrak kembali ke pribadi masing-masing. Tidak ada pemaksaan kehendak untuk melarang maupun menyetujui. Itu terlalu pribadi. Catatan ini hanya memaparkan apa yang pernah saya lihat dan saya dengar keputusan akhir silakan pada masing-masing pribadi. Siri ataukah kontrak?




Jumat, 12 Februari 2010

Guru, Sekolah, dan Perpustakaan

Guru, sekolah, dan perpustakaan sengaja dimunculkan menjadi judul. Lho mengapa harus dengan judul seperti itu? Hal ini lebih disebabkan karena adanya dorongan yang menggelitik setelah beberapa kali berkunjung ke sekolah-sekolah. Kunjunganku ke sekolah bukan dengan tujuan tidak jelas tetapi memang karena tugas sebagai pengawas baru untuk kepentingan supervisi. Dari sinilah aku begitu seringnya bertemu dan melihat dengan yang namanya guru, sekolah, dan perpustakaan.


Hampir dapat dipastikan bahwa di semua sekolah selalu ada yang namanya perpustakaan. Entah perpustakaan itu dengan tempat yang ideal dan luas atau hanya sebuah pojok baca. Atau yang lebih memprihatikan lagi hanya berupa tumpukan buku yang berada di salah satu teras sekolah. Tapi ya itulah potret perpustakaan di sekolah dasar sebatas yang saya lihat. Kalau ada perpustakaan sekolah dasar yang sudah dikelola dengan baik itu adalah harapan kita semua tetapi masih ada perpustakaan sekolah yang sangat minimalis dan tidak difungsikan secara maksimal adalah sangat memprihatikan.

Kita sadar benar bahwa idealnya sebuah sekolah memiliki perpustakaan . Sekolah tidak dapat dipisahkan dengan perpustakaan sekalipun hanya perpustakaan yang mungil. Perpustakaan sekolah harus difungsikan secara benar. Hal ini diharapkan agar perpustakaan sebagai jantung ilmu dapat dirasakan oleh pengguna perpustakaan yaitu para siswa dan para guru. Dimensi lain perpustakaan sekolah adalah sebagai salah satu sumber belajar bagi pasa siswa maupun gurunya. Artinya betapa pentingnya keberadaan perpustakaan di sebuah sekolah.

Guru (dari bahasa Sansekerta: गुरू yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Bila kita perhatikan sebuah perpustakaan akan memberikan fungsi yang maksimal bila guru secara sadar menggunakan "powernya" . Dengan powernya guru dapat membimbing, melatih, dan mengarahkan siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar. Power guru tak akan berkekuatan apapun bila guru yang bersangkutan tidak akrab dan tidak memahami fungsi dan manfaat perpustakaan sekolah. Mungkin hal ini perlu pendekatan atau metode keteladanan atau contoh real dari para guru.

Ada satu pepatah mengatakan guru kencing berdiri murid kencing berlari. Hal ini pun akan terjadi seperti apa guru memperlakukan perpustakaan sekolah yang ada di sekolah. Ada seloroh dari beberapa orang guru mengatakan bahwa ia "sering masuk" perpustakaan. Cuma masuk selanjutnya istirahat melepas kepenatan sambil meluruskan kaki dan akhirnya tertidur di karpet perpustakaan. Seandainya hal ini yang dilakukan guru maka siswa pun akan melakukan hal yang kurang lebih sama ketika ia masuk ruang perpustakaan.

Kita berharap besar kepada bapak dan ibu guru untuk bersama-sama memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai jantung ilmu dan salah satu sumber belajar di sekolah. Mengingat belum mampunya pemerintah mengirim tenaga pustakawan untuk setiap sekolah maka kita berharap ada beberapa guru yang mau peduli dan mau menjadi relawan pustakawan sekolah. Misal guru yang masih memiliki waktu karena masih memiliki sisa jam mengajar misal guru mata pelajaran atau guru kelas rendah. Tentunya hal ini memerlukan pengaruh dari kepala sekolah agar mengajak guru tersebut peduli terhadap perpustakaan sekolah. Artinya memanfaatkan perpustakaan itu juga perlu kepedulian kepala sekolah.

Dapat disimpulkan bahwa guru, sekolah, dan perpustakan adalah "tri in one". Ketiganya harus ada dan saling mempengaruhi. Sekolah wajib memiliki perpustakaan karena perpustakaan akan berfungsi sebagai jantung ilmu, sumber belajar, sebagai media untuk meningkatkan minat baca siswa. Perpustakaan akan berfungsi secara maksimal apabila para gurunya memahami benar fungsi dan manfaat perpustakaan terhadap perkembangan belajar siswa. Dalam hal ini guru harus dapat mendorong, mengarahkan, melatih, membimbing siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar. Hal ini diperlukan keteladanan dari seorang guru. Kepala sekolah disamping memfasilitasi juga harus pandai memotivasi dan mengajak guru untuk bagaimana memperlakukan perpustakaan sekolah dengan benar dan efektif.

Rabu, 10 Februari 2010

Enjoy ...... Mahasiswa PGSD UNESA Mengikuti Kursus Mahir Dasar Pembina Pramuka di Kwarcab Surabaya


















Sebanyak 125 mahasiswa PGSD UNESA angkatan 2007-2008 menjadi peserta Kursus Mahir Dasar (KMD) yang diadakan Lemdikacab - Kwarcab Kota Surabaya. Kegiatan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Kwarcab Kota Surabaya berlangsung sejak Senin 8 Februari 2010 gelombang I atau angkatan Gunung Sari 297 dibuka secara resmi dan gelombang II angkatan Gunung Sari 298 dibuka Sabtu 13 Februari 2010 oleh Ketua Harian Kwarcab Kota Surabaya Kak Drs Sunardi.

Sejak dibuka secara resmi oleh Ketua Harian peserta tampak menikmati apalagi saat menerima materi dari sekretaris Kwarcab Kota Surabaya, Dr Suyatno, M.Pd tentang pendidikan dan pembelajaran di kepramukaan mereka memperhatikannya dengan penuh semangat namun santai diselingi gelak tawa. Tampak sekali situasi begitu enjoy.

Saat open forum angkatan Gunung Sari 297 sempat terungkap dari salah satu peserta, Kak Hermin dari kelompok B mengatakan bahwa awalnya mengikuti KMD tujuannya hanya untuk mendapatkan selembar sertifikat sebagai persyaratan mengikuti yudisium. Tetapi akhirnya setelah berproses di KMD timbul sebuah pemahaman tentang pramuka kemudian muncul keinginan bahwa kegiatan pramuka di sekolahnya harus dilaksanakan oleh pembina yang paham tentang pramuka. Ia tidak ingin sekolahnya ditangani oleh pembina yang "asal pembina". Ke depan ia berharap ada kerja sama antara kwarcab dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya agar ada kebijakan bahwa pembina di sekolah minimal harus bersertifikat KMD.

Antusiasme dan semangat peserta Gunung Sari 297 tetap bertahan sampai kegiatan penutupan. Beberapa peserta bercerita bahwa peserta KMD di Kwarcab Surabaya adalah mereka yang berani mengambil keputusan, "Kami menghadap Kajur Kak ..... untuk memilih KMD di Surabaya." Mereka ternyata memiliki alur yang berbeda dengan teman-temannya yang ber-KMD di luar kota. Sudah sepatutnya kita boleh bangga terhadap peserta KMD kali ini karena mereka berani mengambil keputusan yang berbeda hanya untuk sebuah keyakinan bahwa KMD di Surabaya lebih efektif.

Tentunya tidaklah berlebihan bila kita sampaikaan terima kasih kepada Kajur PGSD Unesa karena telah mengakomodir keinginan peserta yang prural. Artinya tidak ada penolakan saat di antara mahasiswanya memilih berbeda untuk mengikuti KMD di Kwarcab Kota Surabaya. Insaallah bukan pilihan yang keliru karena desain pembelajaran KMD/KML di Kwarcab Kota Surabaya senantiasa di'update' dan tetap memeri pelayanan dengan mengutamakan kualitas.

Para peserta KMD angkatan Gunung Sari 297 dan 298 sekalipun tujuan awalnya mengikuti kursus hanya untuk sebuah sertifikat tetapi atas pengakuan mereka setelah berproses di KMD mereka jatuh cinta kepada pramuka. Harapan kita semua semoga mereka akan dengan tulus memupuk cinta itu lalu mengembangkannyaa sehingga pramuka tetap memiliki pembina yang penuh cinta dalam melaksanakan tugasnya. Insyaallah mimpi kita memiliki generasi masa depan yang bermoral tinggi akan terwujud. Amin

Kamis, 04 Februari 2010

Kompetensi Pengawas Satuan Pendidikan

Kompetensi Pengawas Satuan Pendidikan PDF Print E-mail
Written by Administrator
Thursday, 28 December 2006

NO

DIMENSI KOMPETENSI

KOMPETENSI UTAMA

1.

Kepribadian

1.1. Menyadari akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas satuan pendidikan yang professional

1.2. Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas profesinya

1.3. Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang profesinya.

1.4. Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder sekolah.

2.

Supervisi Manajerial

2.1. Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

2.2. Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program sekolah-sekolah binaannya.

2.3. Menyusun metode kerja dan berbagai instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan.

2.4. Membina kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS).

2.5. Membina kepala sekolah dalam melaksanakan administrasi satuan pendidikan meliputi administrasi kesiswaan, kurikulum dan pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, keuangan,lingkungan sekolah dan peran serta masyarakat.

2.6. Membantu kepala sekolah dalam menyusun indikator keberhasilan mutu pendidikan di sekolah.

2.7. Membina staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya.

2.8. Memotivasi pengembangan karir kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

2.9. Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan pada sekolah-sekolah binaannnya dan menindak lanjutinya untuk perbaikan mutu pendidikan dan program pengawasan berikutnya.

2.10. Mendorong guru dan kepala sekolah untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya.

2.11. Menjelaskan berbagai inovasi dan kebijakan pendidikan kepada guru dan kepala sekolah.

2.12. Memantau pelaksanaan inovasi dan kebijakan pendidikan pada sekolah-sekolah binaannya.

3.

Supervisi Akademik

3.1. Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan bidang ilmu yang menjadi isi tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.

3.2. Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.

3.3. Membimbing guru dalam menentukan tujuan pendidikan yang sesuai, berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.

3.4. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan/ mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk rumpunnya berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.

3.5. Menggunakan berbagai pendekatan/metode/ teknik dalam memecahkan masalah pendidikan dan pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.

3.6. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan startegi/metode/teknik pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik melalui bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.

3.7. Membimbing guru dalam menyusun rencana pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.

3.8. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan media pendidikan yang sesuai untuk menyajikan isi tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.

3.9. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.

3.10. Membimbing guru dalam melaksanakan strategi/metode/teknik pembelajaran yang telah direncanakan untuk tiap bidang pengembangan/ mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.

3.11. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi peserta didik pada tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.

3.12. Membimbing guru dalam merefleksi hasil-hasil yang dicapai, kekuatan, kelemahan, dan hambatan yang dialami dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan.

3.13. Membantu guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan, dan memanfaatkan fasilitas pembelajaran yang berkaitan dengan mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.

4.

Evaluasi Pendidikan

4.1. Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai untuk tiap bidang pengembangan/mata pelajaran yang termasuk dalam rumpunnya.

4.2. Membimbing guru dalam menentukan kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran yang termasuk dalam rumpunnya.

4.3. Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan pada satuan pendidikan yang menjadi binaannya

4.4. Menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran pada tiap bidang pengembangan/mata pelajaran yang termasuk dalam rumpunnya.

4.5. Menilai kemampuan kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan.

4.6. Menilai kinerja staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokoknya.

4.7. Menilai kinerja sekolah dan menindaklanjuti hasilnya untuk keperluan akreditasi sekolah.

4.8. Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja staf sekolah.

4.9. Memantau pelaksanaan kurikulum, pembelajaran, bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pendidikan pada sekolah binaannya

4.10. Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata yang termasuk dalam rumpunnya

4.11. Memberikan saran kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh staf sekolah dalam meningkatkan kinerjanya berdasarkan hasil penilaian.

5.

Penelitian dan Pengembangan

5.1. Menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan.

5.2. Menentukan masalah kepengawasan yang penting untuk diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan, pemecahan masalah pendidikan, dan pengembangan profesi.

5.3. Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun proposal penelitian kuantitatif.

5.4. Melaksanakan penelitian pendidikan baik untuk keperluan pemecahan masalah pendidikan, perumusan kebijakan pendidikan maupun untuk pengembangan profesi.

5.5. Mengolah dan menganalisis data penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif.

5.6. Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas, baik perencanaan maupun pelaksanaannya.

5.7. Menyusun karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan/kepengawasan.

5.8. Mendiseminasikan hasil-hasil penelitian pada forum kegiatan ilmiah baik lisan maupun tulisan.

5.9. Membina guru dalam menyusun karya tulis ilmiah dalam bidang pendidikan dan pembelajaran.

5.10. Membuat artikel ilmiah untuk dimuat pada jurnal.

5.11. Menulis buku/modul untuk bahan pengawasan.

5.12. Menyusun pedoman/panduan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan.

6.

Sosial

61. Menyadari akan pentingnya bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri dan profesinya.

62. Menangani berbagai kasus yang terjadi di sekolah atau di masyarakat .

63. Aktif dalam kegiatan organisasi profesi seperti APSI, PGRI, ISPI dan organisasi kemasyarakatan lainnya.