Selasa, 10 April 2012
Bu, Nama Saya Rivai
Diposting oleh bundacahaya di 08.48 0 komentar
Jumat, 30 Maret 2012
Pejabat, Klenik, dan Mutasi
Hampir tak percaya saat seorang pejabat yang terkena mutasi mempertautkannya dengan masalah klenik. Cukup mengherankan bagi saya seorang pejabat percaya dengan hal tersebut. Testimoni sang pejabat terlontar saat brifing singkat pamitan untuk menempati kantornya yang baru. Tetapi saya juga salut atas keberaniaannya mengungkap hal tersebut di rapat terbatas staf. Bukankah pada umumnya orang apalagi pejabat yang percaya klenik cenderung senbunyi-sembunyi?
Sebagai seorang muslim ia sering terlihat sholat di masjid kantor waktu dhuhur maupun ashar. Saya boleh mengatakannya termasuk pejabat yang rajin sholat sekalipun beberapa kali ia ada di ruanggannya saat lelaki lain mengerjakan ibadah sholat Jumat. Tanpa bermaksud mengerdilkan kebiasaan religusnya kepercayaannya kepada klenik membuat ada perubahan persepsi di kepala saya. Namun hal ini membuat saya mencoba mengetahui lebih jauh "klenik" tanpa harus saya mempercayainya.
Tulisan ini pun tak bermaksud untuk mendiskreditkan seorang pimpinan/pejabat yang percaya klenik.Saya tidak punya kepentingan di situ. Hanya ada yang menggelitik di sisi-sisi nurani untuk lebih mengungkap apa, bagaimana, dan mengapa dengan yang namanya klenik. Saya juga tidak punya hak melarang orang untuk percaya terhadap klenik. Hidup bagi saya pilihan, silakan memilih yang disukai atau paling disukai.
Apa sih sebanarnya makna klenik? Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia makna klenik adalah kegiatan perdukunan (pengobatan dsb) dengan cara-cara yang sangat rahasia dan tidak masuk akal, tetapi dipercayai oleh banyak orang. Sementara Hotman J Lumban Tobing dalam Tabloid Reformatika mensejajarkan makna klenik dengan mistik dan misteri. Ketiganya memberi makna umum hal yang tak terjangkau oleh nalar manusia atau hal ghaib.Lebih lanjut ia mengatakan bahwa nyatanya, dunia ini dipenuhi orang-orang yang percaya pada klenik, percaya yang gaib, percaya mistik.
Sementara pemilik blog Rasa Sejati memaknai klenik dengan pendekatan kultur. Kata “klenik” ada didalam kultur Jawa, ada di dalam bahasa Jawa. Arti yang sebenarnya adalah sesuatu yang tersembunyi. Hal yang dirasahasiakan untuk umum. Dalam kultur Jawa ada ilmu yang disebut ilmu tua. Yaitu, ilmu yang diajarkan kepada mereka yang sudah matang dalam kesadarannya. Hal ini dimaksudkan agar tidak disalahgunakan, atau disalahartikan. Ilmu yang demikian ini adalah klenik.
Selanjutnya silakan pembaca memaknai kata klenik dengan rangkaiaan kata yang bebas anda ambil dari berbagai referensi. Sekali lagi saya tidak akan pernah mendefinisakan kata tersebut. Namun kalau saya tarik benang merah saya sebagai penganut Islam secara eksplisit agama saya mengakui adanya alam ghaib. Pertanyaannya samakah klenik seperti yang dimaknai di atas?
Sebagai orang cukup memiliki toleransi terhadap prinsip keberagaman/multikulturis bagi saya tidak ada masalah setiap orang untuk percaya atau tidak percaya terhadap klenik selama itu dilaksanakan untuk kebaikan bersama. Lalu adakah hubungan mutasi pejabat dengan klenik? Mungkin jawabannya adalah bisa 'ya' dan bisa 'tidak'. Tergantung personalnya.
Diposting oleh bundacahaya di 15.58 0 komentar
Sabtu, 03 Maret 2012
bundacahaya: Ada "Santri Gaul" Di Film Negeri 5 Menara
Diposting oleh bundacahaya di 21.01 0 komentar
Ada "Santri Gaul" Di Film Negeri 5 Menara
Diposting oleh bundacahaya di 18.05 0 komentar
Senin, 23 Januari 2012
bundacahaya: Petunjuk Teknis Penyelenggaraan PAUD Berbasis TPQ
Diposting oleh bundacahaya di 01.28 0 komentar
Minggu, 22 Januari 2012
Belajar Bangkit dari Keterpurukan Melalui Film "Hafalan Shalat Delisa"
Delisa gadis kecil yang cantik, lugu, namun cerdas, memiliki hobi yang berbeda dengan anak perempuan lainnya yaitu bermain sepak bola. Hobi ini yang menggambarkan sosok dia yang egaliter menerobos batas gender. Penuh semangat itulah gambaran tokoh sentral di Film Hafalan Shalat Delisa. Sepertinya kondisi menyedihkan dampak dari tsunami tidak membuatnya harus berlama-lama tersedu sedan dan meratapi nasib. Ada semangat dari tokoh ini yang bisa diadopsi oleh siapa pun terutama mereka yang dalam kondisi terpuruk.Hampir semua tahu bagaimana kondisi Aceh saat tertimpa musibah tsunami sekian tahun lalu begitu dasyatnya. Memperorakporandakan impian dan cita-cita semua warga Aceh yang tertimpa musibah ini. Termasuk keluarga bahagia Delisa. Ia harus kehilangan ibu yang dicintainya, tiga kakaknya, serta terpisah dari ayahnya yang sedang bekerja sebagai pelaut. Sekalipun pada akhirnya ia dipertemukan di rumah sakit saat dirawat.
Pasca dirawat ia pulang dengan kaki yang sudah diamputasi. Hidup berdua dengan ayahnya yang digambarkan sering kecewa karena masakan ayahnya tidak seenak masakan ibunya.Konflik antara Delisa dan ayahnya digarap begitu menyentuh sisi kemanusiaan. Bagaimana sang ayah marah saat Delisa tak mau makan masakaannya yang dikatakan terlalu asin. Marah, putus asa, kecewa itu ekspresi sang ayah. Keduanya bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya. Kemarahan yang muncul sebenarnya adalah ketertekanan ujian hidup yang amat berat.
Di film ini ada simbol kalung dengan leontin huruf D. Kalung yang dibelikan oleh ibunya sebagai hadiah yang sangat diharapkan Delisa. Kalung ini hanya akan diberikan saat Delisa lulus ujian sholat. Usaha keras Delisa digambarkan dengan bagaimana Delisa menghafal kalimat-kalimat yang ada dirangkaian doa shalat. Film ini menggambarkan bagaimana antusiame warga Aceh saat ujian shalat berlangsung. Saat ujian praktek begitu besar antusiasme orang tua murid untuk melihat dan mengikuti pembelajaran. Menguatkan Aceh sebagai Kota Serambi Mekah. Sayangnya saat ujian shalat inilah diceritakan tsunami menerjang.
Ada banyak hal yang bisa kita peroleh dari film ini. Keterpurukkan nasib kadang tidak pandang bulu siapa pun bisa memungkinkan menghadapinya. Saat keterpurukan hadir tak perlu terlalu lama meratapi tetapi segaralah bangkit. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam "era kebangkitan" itu. Delisa banyak memberi contoh di film ini.
Diposting oleh bundacahaya di 18.54 0 komentar









