BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

waktuku hari ini


Get your own Digital Clock

Jumat, 12 Februari 2010

Guru, Sekolah, dan Perpustakaan

Guru, sekolah, dan perpustakaan sengaja dimunculkan menjadi judul. Lho mengapa harus dengan judul seperti itu? Hal ini lebih disebabkan karena adanya dorongan yang menggelitik setelah beberapa kali berkunjung ke sekolah-sekolah. Kunjunganku ke sekolah bukan dengan tujuan tidak jelas tetapi memang karena tugas sebagai pengawas baru untuk kepentingan supervisi. Dari sinilah aku begitu seringnya bertemu dan melihat dengan yang namanya guru, sekolah, dan perpustakaan.


Hampir dapat dipastikan bahwa di semua sekolah selalu ada yang namanya perpustakaan. Entah perpustakaan itu dengan tempat yang ideal dan luas atau hanya sebuah pojok baca. Atau yang lebih memprihatikan lagi hanya berupa tumpukan buku yang berada di salah satu teras sekolah. Tapi ya itulah potret perpustakaan di sekolah dasar sebatas yang saya lihat. Kalau ada perpustakaan sekolah dasar yang sudah dikelola dengan baik itu adalah harapan kita semua tetapi masih ada perpustakaan sekolah yang sangat minimalis dan tidak difungsikan secara maksimal adalah sangat memprihatikan.

Kita sadar benar bahwa idealnya sebuah sekolah memiliki perpustakaan . Sekolah tidak dapat dipisahkan dengan perpustakaan sekalipun hanya perpustakaan yang mungil. Perpustakaan sekolah harus difungsikan secara benar. Hal ini diharapkan agar perpustakaan sebagai jantung ilmu dapat dirasakan oleh pengguna perpustakaan yaitu para siswa dan para guru. Dimensi lain perpustakaan sekolah adalah sebagai salah satu sumber belajar bagi pasa siswa maupun gurunya. Artinya betapa pentingnya keberadaan perpustakaan di sebuah sekolah.

Guru (dari bahasa Sansekerta: गुरू yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Bila kita perhatikan sebuah perpustakaan akan memberikan fungsi yang maksimal bila guru secara sadar menggunakan "powernya" . Dengan powernya guru dapat membimbing, melatih, dan mengarahkan siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar. Power guru tak akan berkekuatan apapun bila guru yang bersangkutan tidak akrab dan tidak memahami fungsi dan manfaat perpustakaan sekolah. Mungkin hal ini perlu pendekatan atau metode keteladanan atau contoh real dari para guru.

Ada satu pepatah mengatakan guru kencing berdiri murid kencing berlari. Hal ini pun akan terjadi seperti apa guru memperlakukan perpustakaan sekolah yang ada di sekolah. Ada seloroh dari beberapa orang guru mengatakan bahwa ia "sering masuk" perpustakaan. Cuma masuk selanjutnya istirahat melepas kepenatan sambil meluruskan kaki dan akhirnya tertidur di karpet perpustakaan. Seandainya hal ini yang dilakukan guru maka siswa pun akan melakukan hal yang kurang lebih sama ketika ia masuk ruang perpustakaan.

Kita berharap besar kepada bapak dan ibu guru untuk bersama-sama memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai jantung ilmu dan salah satu sumber belajar di sekolah. Mengingat belum mampunya pemerintah mengirim tenaga pustakawan untuk setiap sekolah maka kita berharap ada beberapa guru yang mau peduli dan mau menjadi relawan pustakawan sekolah. Misal guru yang masih memiliki waktu karena masih memiliki sisa jam mengajar misal guru mata pelajaran atau guru kelas rendah. Tentunya hal ini memerlukan pengaruh dari kepala sekolah agar mengajak guru tersebut peduli terhadap perpustakaan sekolah. Artinya memanfaatkan perpustakaan itu juga perlu kepedulian kepala sekolah.

Dapat disimpulkan bahwa guru, sekolah, dan perpustakan adalah "tri in one". Ketiganya harus ada dan saling mempengaruhi. Sekolah wajib memiliki perpustakaan karena perpustakaan akan berfungsi sebagai jantung ilmu, sumber belajar, sebagai media untuk meningkatkan minat baca siswa. Perpustakaan akan berfungsi secara maksimal apabila para gurunya memahami benar fungsi dan manfaat perpustakaan terhadap perkembangan belajar siswa. Dalam hal ini guru harus dapat mendorong, mengarahkan, melatih, membimbing siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar. Hal ini diperlukan keteladanan dari seorang guru. Kepala sekolah disamping memfasilitasi juga harus pandai memotivasi dan mengajak guru untuk bagaimana memperlakukan perpustakaan sekolah dengan benar dan efektif.

0 komentar: